Selasa, 14 April 2009

kkkk

Kapanlagi.com - Komisi Eropa (Commission of the European Community/EC) memberikan hibah senilai 13,5 juta euro atau sekitar Rp132,3 miliar untuk membantu upaya pengendalian penularan penyakit flu burung di Indonesia selama tiga tahun.

Direktur Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun mengatakan bantuan itu akan digunakan untuk membiayai proyek penanggulangan flu burung pada manusia.

Proyek yang ditujukan untuk mencegah perluasan penularan flu burung dan meningkatkan kesempatan hidup pasien berpenyakit flu burung itu dilaksanakan berdasarkan perjanjian kerja sama dalam penerapan strategi pengendalian flu burung antara Komisi Eropa dan kantor pusat (WHO) di Jenewa.

Proyek tersebut akan dikelola oleh WHO dengan mitra utama pelaksana proyek Departemen Kesehatan dan Komnas FBPI.

Kandun menjelaskan, sasaran proyek difokuskan pada implementasi tujuh dari 10 strategi nasional penanggulangan flu burung nasional atau semua upaya penanggulangan flu burung yang berada di luar wilayah kerja peternakan.

Strategi penanggulangan yang dimaksudkan dalam hal ini meliputi peningkatan manajemen tata laksana kasus flu burung pada manusia, pelindungan terhadap kelompok berisiko tinggi terjangkit flu burung, surveilans epidemiologis, peningkatan kerja sama masyarakat melalui komunikasi risiko, penyampaian informasi dan peningkatan kesadaran, peningkatan kapasitas, pengembangan riset serta pemantauan dan evaluasi.

Ia menjelaskan pula bahwa pihak-pihak yang terkait akan melakukan pertemuan untuk membahas rincian rencana pelaksanaan dan pemantauan proyek tersebut.

"Kami akan duduk bersama untuk merumuskan, apa saja yang masih kita butuhkan saat ini dan uang ini boleh digunakan untuk apa saja," katanya.

Departemen Kesehatan dan Komnas FBPI, katanya, juga berencana membentuk Dewan Pengarah untuk memantau dan mengawasi kerja proyek yang untuk sementara diberi nama proyek "Implementing the National Strategic Plan for Avian Influenza" atau INSP-AI tersebut.

Berkenaan dengan hal itu Wakil EC Pierre Phillipe menyatakan pihaknya memberikan bantuan itu untuk memberikan kontribusi nyata dalam upaya pengendalian penyakit flu burung yang hingga kini masih menelan korban di Indonesia.

"Kami berharap dukungan EC benar-benar bermanfaat bagi pelaksanaan strategi nasional pengendalian flu burung di Indonesia," katanya.

Di Indonesia sendiri hingga saat ini secara kumulatif sudah terdapat 124 orang yang terserang virus Avian Influenza H5N1 dan 101 diantaranya meninggal dunia. Jumlah tersebut merupakan yang paling tinggi di dunia, lebih tinggi dibanding jumlah kasus flu burung di Vietnam yang sampai sekarang melaporkan 102 kasus flu burung dengan 48 kasus yang berakibat kematian.

Sementara WHO mencatat hingga saat ini secara kumulatif terdapat 357 kasus flu burung yang dilaporkan dari seluruh dunia dan 223 kasus diantaranya berakibat kematian.

Beberapa kalangan khawatir Indonesia akan menjadi episentrum penyebaran flu burung ke kawasan yang lain.

"Karenanya kita akan melakukan segala cara untuk mengendalikan penyebaran flu burung supaya hal itu tidak terjadi, tentunya dengan bantuan komunitas lain di dunia," demikian I Nyoman Kandun. (*/rsd)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar